Tips Menulis Buku

tips menulis buku

Tips Menulis Buku: “Menulis itu mudah, yang harus kamu lakukan adalah mencoret kata yang salah” – Mark Twain.

Tips menulis buku, bagian tersulit dari menulis buku bukanlah memikirkan bagaimana untuk mempublikasikan buku tersebut. Dengan waktu yang telah dan akan selalu tersedia, bagian tersulit dari menulis buku adalah menulis itu sendiri.

Pada postingan ini, akan dipaparkan tips menulis buku berupa langkah-langkah mendasar yang kamu butuhkan untuk menulis buku. Penulis telah bekerja dengan keras dalam membuat artikel ini untuk mudah dipahami dan super praktis, jadi kamu bisa mulai membuat kemajuan.

Pertama, mari kita lihat gambaran dasar tips menulis buku yang pada dasarnya terdiri dari tiga fase:

Pertama, Fase Awal (Memulai): Kamu harus mulai menulis!. Ini terdengar jelas, tapi mungkin ini langkah yang paling diabaikan dalam prosesnya. Sebelumnya, kamu telah memutuskan terlebih dahulu apa yang akan kamu tulis dan bagaimana kamu akan menulisnya.

Kedua, Fase Tengah (Tetap Termotivasi): Begitu kamu mulai menulis, kamu akan menghadapi keraguan dan kebosanan yang akan berdampak pada seluruh kegiatan menulismu. Sebelum, fase bosan dan ragu ini terjadi sebaiknya kamu telah memikirkan jalan keluarnya ketika kamu memulai untuk menulis pada fase awal supaya jika masalah ini datang kamu dapat melaluinya dengan ya setidaknya lebih mudah.

Ketiga, Fase Akhir (Penyelesaian): Tidak ada yang peduli dengan buku yang hampir selesai. Sebagai pembaca, yang mereka ingikan adalah buku yang siap baca. Bukan buku yang hampir selesai, maka dari itu fase terpenting dari menulis adalah menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai.

Setelah mengetahui beberapa fase dasar pada tips menulis buku di atas, berikut ini akan dipaparkan tips menulis yang dimuntahkan dari ketiga fase di atas. Penulis mengharapkan beberapa tips di bawah dapat membantumu untuk menyelesaikan proyek menulismu. #sasaji.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” – Pramoedya A. Toer.

Tahap 1: Getting Started

Tentukan Apa yang Kamu Tulis

Tulisan adalah buah imajinasi dan yang pasti di dalamnya mengandung cerita. Refleksikan cerita bakal bukumu dalam sebuah kalimat lalu regangkan menjadi sebuah paragraf, kemudian extract kembali menjadi garis besar dalam satu halaman. Buat daftar isi yang relevan dengan garis besar cerita untuk membantu membimbingmu saat menulis. Buat semudah mungkin karena apapun yang rumit akan membuatmu tersesat dan tips menulis buku ini tidak akan berguna.

Rancanglah Jadwal dan Deadline Menulis

John Grisham memulai karir menulis sebagai pengacara dan ayah baru – dengan kata lain, dia benar-benar sibuk. Meskipun demikian, dia berkomitmen bangun lebih awal satu atau dua jam setiap pagi untuk menulis satu halaman sehari. Setelah beberapa tahun, ia memiliki sebuah novel. Perlu diketahui satu halaman sehari hanya sekitar 300 kata. Kamu tidak perlu banyak menulis. Kamu hanya perlu sering menulis. Membuat jadwal akan membimbingmu untuk disiplin, dan deadline akan membantumu untuk mencapai tujuan. Buatlah jadwal dan deadline untuk dipatuhi, meskipun frekuensinya tidak terlalu sering tetap saja akan membantumu mencapai tujuan dan dapat membangunkan momentum jika setiap deadline yang kamu buat berhasil kamu penuhi.

Sediakan Waktu Menulis Sesuai Dengan Jadwal yang Telah Kamu Buat

Konsistensi membuat kreativitas lebih mudah. Kamu memerlukan waktu untuk mematuhi jadwal yang telah kamu buat – begitulah cara untuk menyelesaikan penulisan buku. Mengalokasikan waktu sesuai jadwal membuat kamu tidak perlu memikirkan kapan waktu yang tepat untuk menulis, bila sudah terjadwal dan seandainya sekarang adalah jadwal untuk menulis maka itulah saat yang tepat untuk menulis.

Tulislah di Tempat Yang Sama Setiap Waktu

Tidak masalah apakah itu meja belajar atau meja dapur. Menulis di tempat yang sama akan membuatmu mengingat untuk menulis jika kamu berada di tempat tersebut, dengan kata lain tempat atau ruang akan dapat mengingatkanmu untuk menyelesaikan pekerjaan.

“I love deadlines. I love the whooshing noise they make as they go by” – Douglas Adams.

Tahap 2: Lakukan Pekerjaanmu

Beri Target Jumlah Kata

Jika dalam sekali jadwal menulis kamu dapat menyelesaiakan 300-500 kata. Maka buatlah target untuk setiap empat kali jadwal menulis maka kamu harus bisa menyelesaiakan sekitar 1200-2000 kata, target tersebut merupakan cara yang super efektif untuk merawat konsistensi.

Dapatkan Feedback Lebih Dini

Ketika kamu telah menetapkan bukumu terbagi oleh beberapa chapter, maka hal yang terbaik adalah meminta bantuan seseorang untuk membaca dan memberi masukan pada setiap chapter yang baru saja kamu selesaikan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kesalahan yang terakumulasi lebih dari satu chapter. Misalkan kamu sudah menulis 5 chapter dan kamu meminta teman, anggota keluarga, atau bahkan gurumu untuk memberikan feedback dan ternyata banyak hal yang tidak nyambung dalam tulisanmu. Hal tersebut akan membuatmu pusing jika ketidaknyambungan tulisanmu berakibat fatal pada jalannya cerita. Mau tidak mau kamu bakal merombak lebih dari satu chapter sekaligus dan pekerjaan tersebut dapat mengganggu jadwal dan deadlinemu.

Tahap 3: Finishing

Berkomitmen Untuk Menerbitkan

Tidak peduli apapun hasilnya, selesaikan bukunya!. Tawarkan bukumu ke penerbit. Janganlah kamu menyelesaiakan sebuah buku barang sekali dua kali membaca kamu takut untuk merilis bukumu dan akhirnya hanya kamu simpan pada harddrive laptop atau komputer hingga karyamu menjadi usang.

Siapkan Modal

Untuk mengirim naskah pada penerbit tentu membutuhkan ongkos kirim. Kecuali jika kantor penerbit yang kamu target hanya berjarak 3-10 rumah dari tempatmu berasal. Apalagi jika kamu memutuskan menjadi self-publisher berarti kamu harus siap dengan modal yang lumayan untuk memproduksi sendiri bukumu. Maka dari itu sebelum menjadi self-publisher kamu harus menabung terlebih dahulu dan jika bukumu telah terbit dan laris di pasaran, keuntungan yang kamu dapatkan akan jauh lebih besar dari penulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbiat konvensional.

“There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and bleed” – Ernest Hemingway.

Bingung Untuk Menerbitkan? Hubungi Contact Person Kertagama

Kamu ingin menjadi self-publisher dan telah menyelesaikan sebuah buku namun terkendala modal? Biasanya masalah ini terjadi pada setiap penulis yang berstatus pelajar ataupun mahasiswa. Tetapi tenang, di Kertagama kami memiliki solusinya. Kamu dapat menerbitkan buku dan menjadi self-publisher tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Caranya adalah hanya dengan menghubungi admin Kertagama. Mulailah untuk mendapatkan asistensi untuk paket masalah editorial, desain, modal, serta marketing. Tenaga ahli kami akan memberikanmu akses jalan tol untuk menjadi self-publisher. Demikian tips menulis buku yang dapat kami uraiakan untukmu. Selamat berjuang dan teruslah berkomitmen untuk #MerekamIndonesia melalui buku yang kamu tulis, karyakan imajinasimu dan tulis bukumu sekarang!.

Leave a Reply