Ich Liebe Dich

Belajar Bahasa Jerman

Belajar bahasa Jerman dengan cerpen episode II, pada episode ini pembelajar akan belajar mengenai pengucapan dalam bahasa Jerman khususnya pada keterampilan membaca. Episode ini merupakan kelanjutan dari cerpen pembelajaran bahasa Jerman episode pertama. Silakan membaca.

Bel berbunyi tiga kali, pertanda waktunya istirahat sekolah. Siska bersama gengnya Martini, Risa, dan Fatimah bergegas menuju kantin. Seperti biasa, kegiatan selepas bel istirahat selalu diulang-ulang setiap hari, yakni memesan Bakso Sumsum di kantin mama Sum. Di kantin, mereka bertemu dengan Brian dan Ucup.

“Boleh gabung? Kalo gak boleh yasudah aku balik nih mejanya hahaha” buka Brian, cowok paling cerewet di Sekolah yang hanya disambut tatapan mlongo nan sinis dari anggota geng.

“Gimana kegiatan kalian kemarin? asik?, udah bisa ngomong Jerman? Palingan juga kalian cuma makan-makan ya kannn, Cup sini duduk gak capek apa berdiri terus bawa mangkok juga”

“Iya cup sini duduk jangan malu-malu tapi jangan malu-maluin kayak Brian” kata Siska.

“Eh iya Sis,  permisi ya” kata Ucup malu-malu dan badan sedikit gemetaran.

“Kalian gak dateng sih kemarin eh mending juga kalian gak dateng, asik banget belajar Jermannya, sulit sih,  kita baru belajar alfabet dan belajarnya di dunia mimpi, tepatnya di tempat bernama savanna begal yang keren banget” kata Martini.

“Wkwkwkwk sapa juga yang mau datang, ngajar di kelas aja kayak gitu, ngomong-ngomong kalian belajar di dunia mimpi? pake ilmu ghaib dong”

“Yap, benar sekali” kata Fatimah ketus.

Mereka makan sambil sesekali ngobrol untuk menghabiskan waktu istirahat dengan topik yang tentu saja tidak produktif karena ada seorang Brian diantara mereka. Brian adalah teman satu kelas Siska dan anggota gengnya, satu kelaspun tahu jika Brian suka pada Siska. Sebenarnya banyak yang suka sama Siska karena ia cantik, stylish, juga wangi, primadona di sekolah. Tapi dari semua anak yang suka sama Siska Brian ini yang paling gak tahu malu juga pantang menyerah kerap kali menyatakannya cintanya.

Siska dan segenap anggota gengnya meskipun beranggotakan empat gadis cantik dan seksi kesemuanya berstatus single. Bukan tidak ada yang mau deketin mereka, tapi geng mereka merupakan geng anti pacaran-pacaran club.

Menurut mereka, pacaran merupakan ajang penyesatan tujuan hidup. Mereka yakin jika jodoh ada di tangan tuhan, dan nanti meski tanpa mempunyai pengalaman pacaran sekalipun, mereka akan tetap menemukan orang terbaik yang mendampingi di pelaminan  juga sisa hidup mereka. Begitulah prinsip anggota geng Siska, hingga geng ini menjadi salah satu geng yang paling anggun dan disegani di sekolah.

Suatu ketika sepulang sekolah, Siska mendapati pesan pada handphonenya. Pesan dari seorang tanpa identitas alias anynomous, ia buka dan baca namun dengan bahasa yang tidak ia mengerti maksudnya. Pesan itu hanya terdiri dari 4 kata dan kata terakhir meurpakan nama depannya, begini isi pesan tersebut “Ich liebe dich, Siska”. Kemudian Siska bingung. Ia menyimpan rapat-rapat nomor handphonnya. Selama ini hanya keluarga, asisten rumah tangga, juga Martini, Risa, serta Fatimah yang mengetahui nomor hpnya. Lantas siapa pengirim pesan aneh ini, ia menghubungi anggota gengya juga kakaknya untuk menanyakan nomor yang telah mengiriminya pesan. Namun hasilnya nihil, tidak ada yang mengetahui nomor tersebut.

“Ah, sudahlah, mungkin ulah makhluk-makhluk iri”.

Banyak yang tidak suka dengan Siska, sebagian besar karena iri hati dan dengki. Meskipun gak pernah pacaran. Siska adalah salah satu gadis paling hits di sekolah bahkan kotanya. Di instagram, sekali saja ia upload foto, ribuan like berhasil ia dapatkan. Hanya bermodal cantik dan stylist ia bahkan berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang hanya dengan sosial media. Hingga kini ia punya seorang manajer dalam mengelola akun sosial medianya. Manajer yang tidak lain adalah kakanya sendiri, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Pemasaran bernama Caca.

Merasa tak lagi perlu memikirkan pesan barusan ia lalu pergi mandi. Setelah mandi, ia berniat untuk merefleksi kembali pelajaran yang telah ia dapatkan hari ini, juga pelajaran tambahan dari Pak Robert kemarin hari. Pelajaran yang ia pelajari di dunia mimpi.

Pembelajaran pada dunia ghaib termasuk mimpi bukanlah hal yang aneh. Seminggu yang lalu tepatnya ketika jam pelajaran Fisika, bu Sofi mengajak kami belajar di alam ghaib untuk mengetahui lebih lanjut getaran yang di dapat oleh kereta kencana Nyi Roro Kidul ketika melaju dengan kecepatan 360 per jam.

Kembali pada pelajaran bahasa Jerman. Siska sangat senang sekali mempelajari hal-hal baru dan bahasa Jerman merupakan hal baru di hidupnya. Bahasa yang tidak ia ketahui untuk apa kegunaannya di tempat ia tinggal. Namun pak Robert pernah bilang, katanya mengutip dari kata-kata Johan Wolfgang von Goethe seperti ini “Dalam kehidupan internasional, belajar bahasa inggris dan menguasainya itu harus, sedang menguasai bahasa Jerman merupakan suatu nilai plus”. Dengan demikian, kegiatan belajar bahasa Jerman merupakan suatu kegiatan positif untuk perkembangan belajarnya. Bagaimanapun juga bahasa apapun bahasanya merupakan pintu dari segala bentuk ilmu pengetahuan. Siska juga merupakan anak yang pandai dalam membaca berbagai aksara, mulai dari aksara Arab, Jawa, Inggris, dan Indonesia. Meski telah menguasai berbagai aksara tersebut, ia masih berkeinginan untuk menambahkan bahasa Jerman pada direktori otaknya.

Setelah pembelajaran di savana begal, kini ia merefleksi dan berniat akan meningkatkan kemampuan membacanya dalam bahasa Jerman. Hal yang ia lakukan untuk mencapai itu adalah dengan membuka laptop, selanjutnya menuju laman pencarian pada google dan memasukkan keywords “german common words and phrases” yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “kata dan frasa umum dalam bahasa Jerman”.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, manusia telah berhasil menyajikan data dari berbagai belahan dunia tanpa mengharuskan seseorang untuk berlayar ataupun terbang. Ia hanya perlu menuliskan keywords dan taraaa semuanya telah tersaji di depan mata. Dengan memanfaatkan kemajuan tersebut, kini Siska mengamati segala macam data yang berhasil disajikan dan mencoba membacanya tanpa suara. Ia tidak ingin mengetahui artinya, hanya ingin membaca, menerapkan ilmu secuil yang berhasil ia dapatkan di savanna begal. Beberapa kata dan frasa yang dibaca oleh Siska adalah sebagai berikut.

janein
bittedanke
Bitte schönnatürlich
Entschuldigung!Kein problem
richtig!falsch!
Vielen DankNein, Danke
Es tut mir leidIch liebe  dich

Satu per satu kata dan frasa ia bacai dengan sedikit mengeja, ia ulang-ulangi membaca, sesekali dengan mengeluarkan suara hingga terdengar cukup nyaring hingga kemudian ia capek lalu berhenti.

“Oh, wait please take a look” ia ingat sesuatu,

Frasa terakhir ich liebe dich, sama persis dengan isi pesan yang ia terima sepulang sekolah. Siskapun lambat laut mulai memikirkan kembali pesan dari seorang tanpa nama itu hingga akhirnya fix sekaranag dapat dikatakan ia kepo. Ia pun segera membuka google translate dan akhirnya ia mendapatkan kata-kata yang sepadan dengan ich liebe dich dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, ich liebe dich sama artinya dengan frasa aku cinta kamu. Jadi bisa disimpulkan, pesan yang ia terima tadi adalah pesan cinta. Pesan cinta dari seseorang tanpa nama, di dunia maya saja tanpa nama, di dunia nyata ia pasti lebih tenggelam, mungkin oleh rasa takut untuk menyikapi apa yang telah berhasil dibicarakan.

Satu yang pasti, Siska menduga bahwa pesan tersebut dikirim oleh orang yang dekat dengannya. Orang yang tahu bahwa ia sedang belajar bahasa Jerman. Tapi ia tidak tahu orangnya. Untuk sementara ia akan mencurigai seluruh isi kelas, kecuali Brian yang bisa dipastikan tidak mengerti bahasa asing. Tapi ia kembali berpikir, untuk apa memikirkan pesan cinta tanpa nama. Juga ia adalah anggota dari geng anti pacaran-pacaran club maka tak perlu baginya dan segenap anggota geng mengurusi masalah cinta. Yang terpenting saat ini, ia telah berhasil membaca beberapa kata dan frasa dalam bahasa Jerman, namun dalam hati terdalam ia masih menyimpan rasa penasaran tentang orang tanpa nama yang mengiriminya pesan dan bagaimana ia bisa tahu nomornya.

Leave a Reply