Sale!
Novel

Lelaki Harimau | Eka Kurniawan

Rp41.850 Rp37.500

Nuruddin Asyhadie, Media IndonesiaDalam Lelaki Harimau, Margio bukan hanya jatuh cinta pada ibunya sendiri, namun jugamenghargai kegilaan ibunya.– Aquarini Priyatna Prabasmoro, Koran Tempo[Lelaki Harimau] is a brilliant, tight-knit and frightening village tragedy ….– Benedict R.O’G. Anderson, New Le Review

Category:

Product Description

Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”Eka menyajikan perkembangan menarik, dan akan kian kuat jika ia berhasil melebur habispengaruh para pengilham besar. Lelaki Harimau ini lebih licin dari Cantik Itu Luka.– Nirwan Ahmad ArsukaDalam beberapa hal, Lelaki Harimau harus diakui, berhasil memperlihatkan sejumlahcapaian. Ia menjelma tak sekadar mengandalkan imajinasi, tetapi juga bertumpu lewatproses berpikir dan tindak eksploratif kalimat dengan berbagai kemungkinannya.– Maman S. Mahayana, Suara PembaruanDeskripsi perkembangan psikologis para tokoh Lelaki Harimau membuat kita menyadaribetapa nilai-nilai moral yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari ternyata terlalu sederhana, tak memadai untuk menilai kehidupan manusia yang penuh liku-liku.– Katrin Bandel, KompasMemasuki lanskap Lelaki Harimau … kita seakan berada di tengah simpang siur dantumpang tindihnya bahasa-bahasa Byron, Ka a, Virginia Woolf, Edgar Alan Poe,Faulkner, Marquez, hingga Morrison, tanpa suatu keinginan untuk mensintesiskannya,mengejek, bahkan menjadikannya sebagai tekstur, hanya seperti membuat sesuatu darimateri apapun yang yang ada, bricolage, interstyle.– Nuruddin Asyhadie, Media IndonesiaDalam Lelaki Harimau, Margio bukan hanya jatuh cinta pada ibunya sendiri, namun jugamenghargai kegilaan ibunya.– Aquarini Priyatna Prabasmoro, Koran Tempo[Lelaki Harimau] is a brilliant, tight-knit and frightening village tragedy ….– Benedict R.O’G. Anderson, New Le Review

Leave a Reply