Selfpublishing

Selfpublishing, menulis buku sejatinya memiliki beberapa tujuan, tapi kebanyakan penulis mempunyai tujuan yang sama yakni mereka ingin melihat hasil kerjanya dicetak, di pajang di toko buku dan berharap untuk masuk pada daftar bestseller. Metode tradisional yang biasa dilakukan oleh penulis adalah dengan menawarkan manuskrip hasil kerjanya pada agen atau penerbit dan lagi lagi penulis diharuskan untuk kembali ‘berharap’ untuk ditawari kontrak. Akan tetapi, kebanyakan penerbit atau agen akan mengembalikan hasil karya dari penulis tersebut dan secara tersirat pihak penerbit atau agen menyebut “tidak, terima kasih”.

Proses seleksi dari penerbit juga memakan waktu yang lama, bahkan sangat lama dari yang tercepat satu minggu sampai satu tahun. Kita ambil tengahnya saja, bayangkan jika hasil karyamu dianggurin selama setengah tahun dan baru mendapatkan balasan dari penerbit pada bulan ke tujuh namun hasilnya negatif. Betapa ruginya kamu untuk sekadar menunggu balasan “tidak, terima kasih” dari penerbit atau agen dengan menggunakan metode tradisional.

Dari beberapa masalah yang ada pada metode penerbitan tradisional yang telah diuraikan secara singkat di atas, maka dari itu dewasa ini muncul metode penerbitan baru yang disebut dengan selfpublishing. Metode tersebut kini menjadi metode penerbitan primadona di beberapa negara dunia utamanya di negara maju seperti Jepang, Australia, Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman.

Untuk menyelami metode self publishing,pada laman ini akan di bahas beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan oleh penulis tentang; Seperti apa sih selfpublishing itu? Mengapa menerbitkan buku dengan metode selfpublishing? Bagaimana untuk menerbitkan buku dengan metode selfpublishing?.

Seperti apa sih selfpublishing itu?

Pertama, pembahasan akan di arahkan untuk menjawab ‘Seperti apa sih self publishing itu?’. Selfpublishing merupakan metode penerbitan independen yang mana penulis merangkap jabatan sebagai penerbit. Jadi proses penulisan buku, editor, desain cover, mencetak buku, dan pemasarannya semua dilakukan oleh penulis. Dengan metode tersebut, penulis memiliki hak mutlak pada buku yang telah ia kerjakan tanpa harus khawatir dengan campur tangan penerbit untuk menggubah isi buku sesuai dengan keinginan pasar karena pada metode ini penulis juga merangkap sebagai penerbit.

Mengapa menerbitkan buku dengan metode selfpublishing?

Kedua, pembahasan dilanjutkan pada pertanyaan “Mengapa menerbitkan buku dengan metode selfpublishing?”. Selain untuk mendapatkan karya yang benar-benar murni. Penulis juga dapat dengan leluasa dalam mengatur harga buku yang akan ia jual. Keuntungan yang di dapat merupakan hak penuh bagi penulis. Tanpa harus memikirkan untuk membaginya dengan penerbit jika menerbitkannya dengan menggunakan metode tradisional. Penulis juga terangsang daya kreatifnya untuk dengan cermat dalam menempatkan buku yang telah diterbitkan ke dalam pasar yang pastinya heterogen. Dan yang membuat metode selfpublishing lebih baik dari metode penerbitan tradisional adalah penulis tidak harus bersebal ria menunggu kontrak dari penerbit.

Bagaimana untuk menerbitkan buku dengan metode selfpublishing?

Ketiga, pertanyaan terakhir yakni “Bagaimana menerbitkan buku dengan metode selfpublishing?”. Mudah sekali, penulis hanya butuh mengkaryakan imajinasinya ke dalam sebuah manuskrip dengan format yang disarankan berukuran A5 atau B5 (untuk Novel, Antologi Cerpen, Resensi, dan buku Pendidikan) lalu membuat relasi dengan Kertagama Pustaka Nusantara selaku salah satu pelopor jasa selfpublishing di Asia Tenggara.

Nah, dari jawaban di atas sepertinya menyisakan pekerjaan yang amat sangat berat bagi penulis yakni mengenai masalah editorial, desain cover, dan marketing. Memang jika bukan ahlinya hal tersebut merupakan permasalahan yang cukup penting bagi selfpublishing writer. Namun, di Kertagama Pustaka Nusantara kami memiliki beberapa orang ahli pada bidang tersebut dan jika penulis menggunakan jasa dari Kertagama maka penulis akan mendapatkan bantuan berupa asistensi untuk keperluan:

a.) Editorial Buku

b.) Desain Cover

c.) Marketing

Mudah bukan? Tentunya mudah. Tunggu apa lagi, karyakan imajinasimu dan tulis bukumu sekarang.